Sebuah Tanya dan Jawab

Sebuah Tanya dan Jawab

Hasil gambar untuk butterfly tumblr

Ada sebuah tanya yang telah lama kusimpan. Sebuah rasa penasaran yang sangat ingin aku suarakan untuk mencari jawab yang sebenarnya, bukan hanya asumsi pribadiku semata.

Namun tanya ini, dulu aku tidak tahu harus mencarikan jawabannya pada siapa. Lalu aku menjalani hari-hari bertemankan rasa penasaran untuk waktu yang cukup lama.

Read more

Iklan
Dua Puluh Detik

Dua Puluh Detik

Bulan ke-sembilan untuk kesekian kalinya.

Aku telah banyak menemukan bahagia, di antara orang-orang yang membahagiakan. Aku telah banyak menjalani peristiwa-peristiwa sederhana namun mendebarkan, sebab dipertemukan dengan orang-orang yang hebat dan langka. Aku telah banyak melakukan hal-hal yang bagiku tak biasa, seperti bercerita tanpa diminta dan lebih berisik dari biasanya.

Aku telah bertemu dengan orang-orang baru untuk kesekian kalinya, dan melalui perpisahan untuk kesekian kalinya. Dan untuk kesekian kalinya pula, pun aku melakukan hal mainstream seperti ini lagi. Menuliskan kesan dan pesan untuk masing-masing orang dalam secarik kertas. Rasanya sudah seperti rutinitas wajib ketika melakukan perpisahan dengan orang-orang yang telah menghabiskan waktu bersama untuk saat yang cukup lama.

Read more

Usai KKN (Kuliah Kerja Ngangenin)

Usai KKN (Kuliah Kerja Ngangenin)

43244

Baru saja melewati hari-hari yang terasa singkat. Namun warna-warni ceritanya tak bisa dengan mudah diringkas, lalu dikemas hanya dalam sebuah postingan cerita. Untuk menceritakannya satu per satu, jelas aku tidak mampu. Karena semua rincian peristiwanya menyisakan kesan yang akan selalu lekat dalam ingatan, yang tidak akan bisa dimengerti kecuali oleh kita yang merasakan.

Rasanya, enggan kaki ini berpindah dari tempat yang padanya aku terpikat. Bukan sebuah kota dengan bangunan-bangunan yang tinggi menjulang. Bukan sebuah desa dengan lampu jalan yang terang. Pun bukan sebuah tempat tinggal bak hotel berbintang. Adalah sebuah tempat sederhana, yang dalam waktu singkat mampu menghipnotisku untuk memanggilnya dengan sebutan “rumah”. Adalah sebuah tempat yang membuatku bersyukur karena kaki ini pernah berpijak pada tanah itu. Ciwaru namanya.

Read more

Jogkokariyan 3 Malam Lalu

Jogkokariyan 3 Malam Lalu

Capture

(Repost instagram @masjidjogokariyan)

Suasana Sholat Isya dan Tarawih bersama ust. Muzammil Hasballah di Masjid Jogokariyan Yogyakarta Selasa, 30 Mei 2017.

“MasyaAllah Ramadhan malam 30 Mei 2017 seperti malam ramadhan di Gaza, di mana masjid penuh hingga jalan. AllahuAkbar!”

“Wah teringat suasana 212 kemarin, khusyuk dengan suara imam merdu hingga sholat di jalan..”

“Ini seperti suasana Sholat Ied mbludak hingga ke jalan-jalan..”

Read more

Spiritual Company

Spiritual Company

tumblr_msnb083Xri1scmispo1_500

Belum jeda satu hari sejak babak pertama berakhir, aku sudah dihubungi untuk berangkat esok harinya menuju destinasi babak kedua. Seharusnya ada jeda istirahat satu minggu, tapi ya sudah, dengan (masih) berat hati aku menyanggupi untuk datang. Otomatis janji-janji yang sudah dibuat untuk dua hari ke depan harus segera dijadwalkan ulang. Yah, demi keselamatan 7 SKS yang kujalani.

Sejujurnya, tempat kerja ini benar-benar membuatku penasaran. Dari sekian banyak kabar yang kudengar tentang bagaimana kondisi tempat praktikku sekarang, ada satu cerita yang tak sabar untuk kuketahui kebenarannya langsung dari yang mengalaminya. Dibanding dengan omzet yang bilangannya cukup mengejutkan, manajemen tentang penjagaan rukhiyah yang diterapkan di sini bagiku justru lebih menarik perhatian.

“Iya mba, di sini kami kalau mau ambil bonus, minta tanda tangan, ambil gaji harus setoran satu surah Al Qur’an dulu.”

Read more

Jalan Saja

Jalan Saja

kaus-kaki-akhwat-muslimah-daun-gugur

Memulai adalah hal yang sulit.

Termasuk memulai untuk berjalan menuju ruang yang masih samar-samar.

Apa yang akan dilakukan di sana? Bagaimana aku akan diperlakukan? Bagaimana aku harus bersikap? Apakah semua akan baik-baik saja?

Kemudian dengan sigapnya cerita-cerita dari orang lain mulai memacu pikiran untuk membuat prasangka-prasangka yang menakutkan. Begitulah awalnya, segalanya dipenuhi prasangka-prasangka yang kami buat sendiri. Tentang mereka yang tidak menyambut kami dengan senyuman, tentang mereka yang tidak pernah beramah-tamah, tentang mereka yang sukanya hanya menyuruh-nyuruh, tentang mereka yang perkataannya kadangkala menusuk, begini…begitu. Awal kehidupan di sana disibukkan dengan menilai, membuat prasangka, dan melontarkan keluhan.

Ah, hidup masih benar-benar jauh dari kata syukur.

Read more