Selesai dan Berdamai

Selesai dan Berdamai

senja

image source

Suatu subuh yang dingin.

Perempuan itu menatap sebuah layar yang menampilkan draft tulisan dari tahun-tahun silam.

Lalu ia tersenyum, menggerakkan ibu jarinya untuk menekan tombol ‘delete‘. Tanpa ragu ia menghapus draft tulisan itu. Begitu juga dengan puisi dan prosa yang bertemakan hal yang sama.

Sekilas ia teringat sebuah pesan yang secara tiba-tiba pernah disampaikan oleh ibunya: “Cobalah belajar membuka hati kembali”. Sudah cukup lama sejak ia mendengar pesan itu. Kiranya mungkin lebih dari satu tahun yang lalu. Lalu setelah waktu berjalan, ia menyadari bahwa kini ia telah selesai dengan hal itu. Benar-benar selesai.

Suatu subuh yang hening.

Read more

Iklan
Menua Menyepi

Menua Menyepi

636011692771541762149771943_family

(image source)

Satu setengah bulan sejak anggota gerak atas bapak tidak baik-baik saja, ibu jadi lebih sibuk di luar rumah. Mengantar bapak bekerja, terkadang menunggui hingga pulang, atau bolak-balik antar jemput, sampai menemani ke luar kota. Dulu ibu cukup sering mengeluh kesepian, tapi sekarang mungkin sedang lupa bagaimana rasanya.

Untuk beberapa alasan, aku justru mulai mengurangi kegiatan di luar rumah. Kalau sudah selesai langsung pulang aja ya, begitu pesan yang sering kudengar. Meskipun ketika sampai di rumah, ya sering tidak ada siapa-siapa. Seperti dalam satu minggu ini, sudah ada 5 hari rumah hanya berpenghuni aku saja. Benar-benar sepi hanya ada suara yang kubuat sendiri atau suara hujan (kalau hujan).

Pagi ini aku menemukan kesepian dalam setiap teguk coklat panas yang sudah mulai mendingin…….. Jadi begini rasanya sepi :’) (lho kok jadi mellow haha).

Read more

Preloved. Why Not?

Preloved. Why Not?

PrelovedLogo (1)

Pernah dengar istilah novel preloved? Atau novel second-hand? 

Beberapa waktu terakhir aku menjadi pemburu novel-novel preloved. Sering merasa salut sama orang-orang yang menjual kembali novel-novel atau buku-buku koleksinya. Kalau aku pribadi, nggak akan sampai hati kalau harus merelakan novelku berpindah tangan padahal baru sebentar memiliki. Halah. Apalagi harus merelakan pemilik barunya membeli dengan harga miring (biasanya 50% dari harga asli). Duh.

Tapi setiap orang berbeda-beda sih dalam mengekspresikan kecintaannya pada buku. Ada yang merasa ‘yang penting sudah baca dan sudah paham’ tanpa harus memiliki. Ada juga yang suka baca tapi tidak suka menumpuk dan menganggurkan buku, lebih baik dijual lagi saja. Kalau aku pribadi, karena mudah lupa jadi sesekali aku masih perlu membuka lagi buku yang sudah pernah kubaca. Jadi rasanya super berat hati buatku kalau mau menjual kembali buku-buku koleksi pribadi.

Read more

Amar Ma’ruf

Amar Ma’ruf

tumblr_o9p2sovsk11um1n1lo1_500

Bagiku menyeru pada kebaikan (berdakwah) tidak melulu harus diwujudkan melalui perkataan dan tulisan. Melainkan bisa dengan perilaku atau perbuatan.

Ada orang yang lisannya tak cukup pandai bertutur di depan banyak pasang mata, namun jemarinya lihai menari merangkai aksara. Ada yang tak cukup percaya diri dengan gaya menulisnya, namun tak bisa berhenti ketika sudah memulai berbicara. Dan ada pula yang merasa perbendaharaan katanya tidak cukup banyak untuk dilisankan maupun dituliskan, namun raganya tak henti memberikan teladan: sholatnya tepat waktu, tidak pernah mengeluh dan bertutur kata yang tidak perlu, tangannya ringan dalam berbagi dan menolong, selalu meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Al Qur’an, dll.

Read more

“Kamu Pernah Galau Jodoh Nggak?”

“Kamu Pernah Galau Jodoh Nggak?”

grunge-flowers-aesthetic-tumblr-favim-com-3935401

Ngomongin soal jodoh, sepertinya itu memang topik yang menjadi hits di kalangan mahasiswi tingkat akhir ya (entah kalau mahasiswa). Lebih terasa menarik untuk dijadikan bahan perbincangan ketimbang tempat makan dan tempat wisata yang lagi hits di sosial media. Bahkan bisa lebih trending dibandingkan dengan perbincangan tentang masa depan lain yang sudah jelas-jelas perkaranya (tentang ajal, maksudnya).

Pernah beberapa kali aku ditanya: “Kamu pernah nggak sih galau tentang jodoh?

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya agak mengagetkan untuk didengar tetapi juga tidak perlu berpikir panjang untuk menjawabnya.

Read more

“Kok Sesar, sih?”

“Kok Sesar, sih?”

eded04a7035fdcb86a3111z9h-28402

Beberapa hari yang lalu aku melihat postingan video di salah satu akun tentang kesehatan di instagram. Video tersebut menunjukkan bagaimana proses melahirkan secara normal. Lalu dibubuhi dengan sebuah caption : “Kalian pilih melahirkan normal atau operasi?” Sebuah pertanyaan terbuka yang kemudian menjadi sensitif untuk dibahas di kolom komentar, terutama ketika ada beberapa netizen yang mengetikkan kalimat komentar : “Normal dong. Biar jadi ibu sejati.

Hmm, jadi menurut mereka ibu yang melahirkan sesar adalah ibu KW alias bukan ibu beneran gitu ya?

Read more

Skripsi dan Sensasi

Skripsi dan Sensasi

1522149373548

Unofficially S.Gz.

Alhamdulillah, ada perasaan campur aduk atas selesainya 6 SKS terakhir ini. Sebuah perjuangan yang (cukup) panjang, mulai dari  seminar proposal, 3 bulan menunggu keluarnya Ethical Clearance, mengurus izin penelitian dengan segala birokrasi yang membingungkan, 3 bulan mengambil data ke rumah-rumah responden, dan selanjutnya, dan selanjutnya. Ternyata benar bahwa skripsi itu penuh sensasi. Akan ada banyak sekali jika diceritakan secara rinci, namun salah satu yang paling membekas bagiku adalah tentang skripsi dan sholat yang berkualitas.

Sebelumnya, izinkan aku menuliskan terlebih dahulu bahwa ada beberapa tipe mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Ada yang berprogres luar biasa cepat,  ada yang lebih banyak menulis keluhan di medsos ketimbang menulis kalimat di skripsi, ada yang suka menunda-nunda, ada yang hobinya ngumpet dari dosen, ada juga yang sudah rajin bimbingan tapi tidak kunjung selesai juga.

Read more